Jumat, 05 Maret 2010



VIDEO KENANGAN
AKU DAN SEMUA TEMAN YANG AKU SENANGI INI AKAN AKU SIMPAN DALAM BLOG INI SEBAGAI KENANGAN YANG INDAH BAGIKU

Rabu, 03 Maret 2010

Syair Puisi:Maret Berkata Sastra



MARET BERKATA SASTRA

Maret… Kenapa datang… begitu inginku cepat kau tinggalkan

Tak usah sungkan… tak perlu kenangan…

Tak inginku kado atau bingkisan,ku ingin kebahagiaan…

Kebahagiaan dari pilar pilar kehidupan



Maret… di awalmu penuh kekosongan

Menggugah rasa kegelisahan

Sastra pujanggapun tak kau hiraukan

Sekarang tak kau isikan puisi atau syair di dalamnya



Maret… kenapa hanya diam membisu…

Tajam matamu melototiku…

Ada apa denganmu..

Dendam kah kau karenaku…



Maret protes



“Kenapa tak kau isikan sastra kalau kau pujangga…”

“Membentang luas samudera kata”

“Setitik darinya menjadi sastra,sastra bermakna”

“Seutas benang kata membuka sastra”

“Menyelami imajinasi dalam puisi”

“Menapaki pilar pilar kehidupan…”

“Bukan kah kebahagiaan yang kau inginkan….”

“Coba telusuri bersama syair puisi”

“Dari palung terdalam mungkin kau temukan”

“Dari situ mungkin kau dapatkan kebahagiaan”

“Mungkin juga kau temukan awal kematian”

“Tapi itu tak usah kau pikirkan ataupun kau hiraukan”

“Aku hanya maret nama bulan… tadi itu terlalu berlebihan”



“Aku maret… ku tak pernah meninggalkan atau di tinggalkan”

“Hadirku tak di undang… atau dengan diam diam,ku datang dengan sendirinya”

“Aku maret… aku masih di sini menghitung butir butir hujan dari sudut kamar”

“Bila kau pujangga tak heran kau dengan kata,tahta singgasana sastra pujangga”

“Kemana,,, di mana kau berlari,puisi kan senantiasa mencari,”

“Memberi segenap imajinasi”

“Dirimu… olehnya kan terus di buru,.. tak mengenal waktu”

“Menikam dadamu… hatimu..hingga melebur mendebu,sirna bak di terpa angin”

“Itu mungkin dirimu… jangan kau selalu menyalahkanku”

“Ku hanya maret nama bulan… tanpa pangkat atau jabatan”



“Aku maret….”

“Aku yang datang aku yang di salahkan”

“Aku datang sudah tak lagi melihat kebenaran…”

“Kebenaran tenggelam,.. menghilang di patuk ayam jantan”

“Tak di kebumikan,di museum museum tak ku dapatkan,tak di pajangkan”



“Pernahku mendengar kata kata,bukan sastra tapi cengkerama”

“”Makanan apa ini begitu enak dan mengenyangkan” gumam ayam jantan”

“”Hei… keluarkan aku….!”teriak kebenaran”

“”Siapa kau teriak teriak,tidak sopan” jawab ayam jantan”

“”Aku kebenaran.. yang barusan kau makan,sekarangku ada di dirimu,keluarkan aku…!” Pinta kebenaran”

“”Bagaimana ku mengluarkanmu,kalau kau ada di dalam perutku,kau tau aku tak sanggup mengeluarkanmu,kau tau proses pencernaanku,.. dari mulut di akhir anus,…,kalau ku mengluarkanmu tak lebih sebagai kotoranku”tandas ayam jantan”

“KUK KUKUK KUUUU,,,K terdengar keras olehku kokok ayam jantan,…”

“Puasnya mematuk kebenaran,.. mungkin juga itu ronta kebenaran”

“Tanpa jasad,bahkan di museum museum tak diketemukan”



“Aku maret… dan kau pujangga”

“Dari sastra kau mengungkap makna”

“Kau tau arti puisi”

“Meski imajinasi,ilusi… tapi ia ingin abadi”



“Aku maret… dan ku tertawa bila kau pujangga meminta kepadaku sastra”

“Bila kosong blogg sastrapujangga,… isikan dalamnya sastra…”

“Sastra apa saja,apapun temanya…. ku tak melarangnya”



Hanya menganga pandangan mataku melihat maret berkata

cara jitu menghilangkan kesal alias ‘bete’




saya adalah orang yang cepet kesel dan emosian.. beberapa hari yang lalu saya baru menemukan cara untuk menghilangkan rasa kesal atau bete, dan hari ini saya semakin yakin bahwa cara tersebut sangat jituuu…

dan,, cara tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah… “SENYUM”..
ya, kaget??hehe memang betul sekali bahwa senyum dapat menghilangkan rasa kesal dan bete yang dialami baik secara sengaja maupun tidak sengaja. (ini menurut pengalaman pribadi lhooo…)

jika kita tersenyum, maka secara otomatis, kenangan ataupun hal-hal yang mengingatkan kita untuk tersenyum akan datang (dan sudah tentu bahwa hal hal tersebut adalah hal hal yang baik). ga percaya??? cobain aja..

nih saya kasi contoh pengalaman saya sendiri pagi tadi..
tadi subuh kira kira jam 5an saya sudah siap sedia berada di depan jalan raya deket rumah saya untuk berangkat ke Bandung. biasanya dari depan jalan di rumah saya itu suka lewat elp yang arahnya ke cicaheum,, tapi sebenernya saya sudah punya rencana, kalo gaada, mau naek angkot ke alun2 tarogong, terus naek bis ke caheum yang AC (jam setengah 6-an pagi biasanya ada tuh bis INTAN RAYA yang ngetem di situ..).. tapi tiba tiba ada elp kosong yang ketika saya tanya kerneknya “ke caheum mang?”, si mangnya jawab “iya..”.. ternyata eh ternyata setelah diselidiki kebenarannya, si elp tersebut jurusannya bukan ke terminal cicaheum tetapi ke terminal leuwipanjang.. sakit hati rasanya.. saya sudah diperlakukan begini sebanyak 3 kali sekarang.. dan saya tau kalau saya pasti diberhentikan di cileunyi, ato paling buruk di leuwipanjangnya.. (ITU KAN BUKAN JURUSAN SAYAAAAAAAA!!!!!!!!!!)hiks hiks….

rasanya pengen jambak rambut tuh tukan supir ama kerneknya satu satu, ato kalo ngga, nonjok dehh… nyebelin banget.. boongin banget… namunn,, tiba tiba kebaikan sedang datang menghampiri, dan saya sadar kalo saya harus menghilangkan rasa kesal ini, karena tidak ada artinya jika saya terus2an kesel.. rugi sendiri.. dan akhirnya saya mencoba tersenyum… sulit memang pada awalnya, tapi ternyata pada akhirnya rasanya mudah sekali untuk tersenyum, ga pake cape,, dan akhirnya saya menjadi ingat akan tujuan saya ke bandung, yaitu bertemu dengan si “dia”, juga melakukan hal2 penting yang harus saya lakukan.. saya tiba tiba menjadi senang, dan sikap supir dan kernek yang nyebelin itu tiba tiba aja tidak terasa terlalu menyebalkan.. rasanya biasa aja gitu..hehehe

jadii, terbukti sekali kalau senyum tuh memang menghilangkan bete.. senyum itu ibadah.. maka kalau kita tersenyum, selain mendapat pahala, kita juga jadi terhindar dari rasa kesal bete dan semacamnya..

so kawann,, mari tersenyuummm… ^^