MUNAJAT
Oleh: ASA-TIED En_Qi
Aku hadir
Di sepertiga malam-Mu
yang bening
Bersama batinku Dan mulutku yang bergetar
Selimut malu
Membalut batinku
Deak-deak kagum
Menguasai diriku
Aku menangis, aku meratap
Penuh harapan
Atas Ridlo dan Rahmat-Mu
Di ujung kaki malam-Mu
Aku masih juga tersimpuh
Dalam bermunajat kepada-Mu
Sedang mulutku
Yang komat-kamit
Masih menyebut-nyebut nama-Mu
Juga nama kekasih
Dan wasilah-Mu
"MUHMMAD"
Ya… ALLAH
Ridlo dan Rahmat-Mu
Adalah satu-satunya Dambaanku.
Jangan kamu pelit akan kebaikan yang ada pada kamu sendiri 085752375347 / 085391454417( no HP goe )
Selasa, 16 Februari 2010
bahasa madura dikit nih
LOMBA RENANG
Oleh: Aini Masruroh
Suatu hari ada lomba renang yang berhadiah satu buah kendel mas, pesertanya dari Amerika, Prancis dan Indonesia, dan tempatnya di tengah laut.
Yang pertama berenang ialah orang Amerika, ia berenang sangat cepat karena tubuh orang Amerika besar-besar tapi sampai 300 meter dia loyo dan tenggelam di laut.
Yang kedua dari Prancis dia juga cepat renangnya dengan memakai gaya kupu-kupu namun dia juga tenggelam hanya di jarak 150 meter.
Dan yang terkhir dari Indonesia, para juri meragukan dia karena badannya kecil, kurus dan jelek, awalnya pelan-pelan tapi tanpa disangka dia kemudian berenang dengan sangat cepat sekali, sehingga sampai kepantai. Dan dia yang menjadi juara.
Pada saat penyerahan hadiah, pemenang ditanyakan oleh wartawan, kebetulan dia dari kalikajar, maka wartawan bertanya dengan Bahasa Madura.
" Pak Empiyan mak santak perenangah " ?
Tanya Wartawan !!!!
" Mak tak santaah CoonK!! Jek laghunah engkok ebheddek jukok HIU " jawab Bapak dengan nada serius!!!
Ha … Ha …… Tertawa siwartawan, sampai dia lupa pada pertanyaan berikutnya.
Oleh: Aini Masruroh
Suatu hari ada lomba renang yang berhadiah satu buah kendel mas, pesertanya dari Amerika, Prancis dan Indonesia, dan tempatnya di tengah laut.
Yang pertama berenang ialah orang Amerika, ia berenang sangat cepat karena tubuh orang Amerika besar-besar tapi sampai 300 meter dia loyo dan tenggelam di laut.
Yang kedua dari Prancis dia juga cepat renangnya dengan memakai gaya kupu-kupu namun dia juga tenggelam hanya di jarak 150 meter.
Dan yang terkhir dari Indonesia, para juri meragukan dia karena badannya kecil, kurus dan jelek, awalnya pelan-pelan tapi tanpa disangka dia kemudian berenang dengan sangat cepat sekali, sehingga sampai kepantai. Dan dia yang menjadi juara.
Pada saat penyerahan hadiah, pemenang ditanyakan oleh wartawan, kebetulan dia dari kalikajar, maka wartawan bertanya dengan Bahasa Madura.
" Pak Empiyan mak santak perenangah " ?
Tanya Wartawan !!!!
" Mak tak santaah CoonK!! Jek laghunah engkok ebheddek jukok HIU " jawab Bapak dengan nada serius!!!
Ha … Ha …… Tertawa siwartawan, sampai dia lupa pada pertanyaan berikutnya.
iklas katanya
Oleh: Teman Goe Neh
من أتى حدث ولولم تنصلح # نيته فإنّها سوف تصحّ
فقد روينا عن كبار جلة # أبى العلم ان يكون إلاّ لله
Jangan sampai karena tidak ikhlas lantas anda berhenti mengajar dan belajar, dan jangan pernah putus asa karna belum bisa ikhlas.Meskipun ketika akan atau sedang mengajar atau belajar tidak ada niat yang ikhlas, namun percayalah suatu saat ilmu tersebut akan menuntun kita pada keikhlasan. Dua bait nadhom di atas adalah maqolah As-Suyuthi yang berisi dorongan untuk terus belajar dan mengajar meskipun belum bisa ikhlas. Kurang lebih makna dua bait nadhom di atas adalah demikian :
-Barang siapa datang pada seorang guru, ajarkan ilmu padanya
-Meskipun belum benar niatnya, kelak kemudian hari pasti baik niatnya.
-Aku meriwayatkan sebuah semboyan dari pujangga- pujangga besar.
-Bahwa ilmu pada akhirnya pasti akan mendorong pada keikhlasan, untuk Allah semata.
Yang dimaksud pujangga-pujangga besar
dalam maqolah tersebut adalah Ma'mar,
Hubaib Bin Abi Tsabit dan Al-Ghozali sendiri.
Sebuah semboyan yang pernah di alami dan
di rasakan sendiri oleh mereka, betapa dulunya sangat sulit untuk mengikhlaskan hati karena Allah. Tapi ketika ilmu didapatnya, maka segala-galanya berubah menjadi karena Allah semata. Mereka berkata :
¬¬¬¬
طلبنا العلم لغيرالله , فأبى العلم ان يكون إلاّ لله
"Kami mencari ilmu bukan karna Allah, akan tetapi ilmu itulah yang mendorong untuk ikhlas karna Allah".
Abu Hamud Al-Ghozali dan saudaranya, Ahmad Al-Ghozali ketika ditinggal ayahnya dalam keadaan yatim serta tidak banyak harta yang ditinggalkannya, kedua anak yatim ini masuk madrasah yang setiap harinya menyediakan makanan dan biaya pendidikan dengan Cuma-Cuma. Al-Ghazali berkata : "Saya dulu mencari ilmu memang bukan karena Allah, tapi hanya mencari makan. Tapi setelah ilmu saya dapatkan, ilmu itu menuntun hati saya untuk melangkah dijalan-Nya".
Begitu juga dengan guru kita KH. Nuruddin Musyiri sering menyuruh kita untuk mengerjakan apapun walau tanpa keikhlasan asal pekerjaan itu selesai, beliau berdawuh "lebih tidak asal pekerjaan selesai daripada pekerjaan tidak selesai namun keikhlasannya masih diragukan"
Kesimpulannya kebaikan (ibadah) apapun yang ingin
kita lakukan walau terkadang kita masih belum ikhlas,
lebih baik kita lakukan saja toh nanti ikhlas itu akan
muncul dengan sendirinya. ceEey
من أتى حدث ولولم تنصلح # نيته فإنّها سوف تصحّ
فقد روينا عن كبار جلة # أبى العلم ان يكون إلاّ لله
Jangan sampai karena tidak ikhlas lantas anda berhenti mengajar dan belajar, dan jangan pernah putus asa karna belum bisa ikhlas.Meskipun ketika akan atau sedang mengajar atau belajar tidak ada niat yang ikhlas, namun percayalah suatu saat ilmu tersebut akan menuntun kita pada keikhlasan. Dua bait nadhom di atas adalah maqolah As-Suyuthi yang berisi dorongan untuk terus belajar dan mengajar meskipun belum bisa ikhlas. Kurang lebih makna dua bait nadhom di atas adalah demikian :
-Barang siapa datang pada seorang guru, ajarkan ilmu padanya
-Meskipun belum benar niatnya, kelak kemudian hari pasti baik niatnya.
-Aku meriwayatkan sebuah semboyan dari pujangga- pujangga besar.
-Bahwa ilmu pada akhirnya pasti akan mendorong pada keikhlasan, untuk Allah semata.
Yang dimaksud pujangga-pujangga besar
dalam maqolah tersebut adalah Ma'mar,
Hubaib Bin Abi Tsabit dan Al-Ghozali sendiri.
Sebuah semboyan yang pernah di alami dan
di rasakan sendiri oleh mereka, betapa dulunya sangat sulit untuk mengikhlaskan hati karena Allah. Tapi ketika ilmu didapatnya, maka segala-galanya berubah menjadi karena Allah semata. Mereka berkata :
¬¬¬¬
طلبنا العلم لغيرالله , فأبى العلم ان يكون إلاّ لله
"Kami mencari ilmu bukan karna Allah, akan tetapi ilmu itulah yang mendorong untuk ikhlas karna Allah".
Abu Hamud Al-Ghozali dan saudaranya, Ahmad Al-Ghozali ketika ditinggal ayahnya dalam keadaan yatim serta tidak banyak harta yang ditinggalkannya, kedua anak yatim ini masuk madrasah yang setiap harinya menyediakan makanan dan biaya pendidikan dengan Cuma-Cuma. Al-Ghazali berkata : "Saya dulu mencari ilmu memang bukan karena Allah, tapi hanya mencari makan. Tapi setelah ilmu saya dapatkan, ilmu itu menuntun hati saya untuk melangkah dijalan-Nya".
Begitu juga dengan guru kita KH. Nuruddin Musyiri sering menyuruh kita untuk mengerjakan apapun walau tanpa keikhlasan asal pekerjaan itu selesai, beliau berdawuh "lebih tidak asal pekerjaan selesai daripada pekerjaan tidak selesai namun keikhlasannya masih diragukan"
Kesimpulannya kebaikan (ibadah) apapun yang ingin
kita lakukan walau terkadang kita masih belum ikhlas,
lebih baik kita lakukan saja toh nanti ikhlas itu akan
muncul dengan sendirinya. ceEey
buat teman semua

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Hai teman**......!!! Munkin teman** kaget dengan adanya kami disini, karna kami tidak pernah ada sebelumnya, dan perlu teman** ketahui kami ada untuk slalu menemani teman**, oya....!! sebelum kami perkenalkan diri kami, terlebih dahulu kami ingin melihat teman** senyum dulu,agar kami juga ikut bahagia, duch.....!! indahnya kalau tersenyum, apalag sambil berdiri dan menghadap kebarat iya kan......? tapi kami bukan peramal lho...!! kami tau karna kami juga punya mata, jadi kami akan bahagia bila teman** bahagia, dan kami juga akan sedih bila teman** seduh. Oya.....!!! kami sampe lupa, bolehkan kami perkenalkan diri kami...?? boleh yaaa....?? Oke
Nama kami : Anak Gabungan Gitu Loooo!!
Tempat tanggal lahir kami : Ada aja!! He he
Ortu kami : ya Ibu ma Bapak lah
And alamat kami : Ya....... didepan teman** sekarang
And kami bangga bila teman** ikut berpartisipasi dengan dalam menghidupkan kami, caranya mudah ko' teman**...!! bila nanti teman** punya Cerpen, Anekdot (cerita lucu), puisi, kata** mutiara, curhat atau permasalahan yang mungkin teman** malu menanyakannya, tulis aja pada disi ga papa ko, GRATIS, nanti kami akan liat dan baca karya** dari teman**, pastinya teman** mau kan.....??? ya.... syukrlah kalau teman** mau, oya........ demikian
saja perkenalan kami dan nanti bila ada kesempatan kita sambung
lagi ya....!!! oya kalau teman** belum mengerti dengan maksut dari
kedatangan kami, teman** bisa konfirmasi atau bertanya langsung
kepada pebuat ini ya..!!!!!!..........???? ya udah
kalau gitu kami pamit dulu, tentunya dengan ucapan salam Islami.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
By iyan kalimantan
Langganan:
Postingan (Atom)