Minggu, 10 April 2011

UNTUK MENYENANGKAN HATI WANITA

25 cara menyenangkan hati wanita
1. Kejutkan dia dengan bunga :
SAY WITH FLOWER ( Katakan Dengan Bunga )Buat Kejutan yg menarik perhatianya saat Dia Berulang Tahun Beri dia Bunga
walaupun itu bunga Kertas..Contoh Bunga Edelwis serahkan bunga itu dengan Ucapkan ,Sayang Walaupun Bunga ini Mati Tapi Cintaku akan selalu Hidup Untukmu..halahh..Ngeombal dikit ngak masalah...

2. Jangan tergoda untuk memecahkan masalahnya :
Kalau pacar kamu punya masalah jangan kamu sok pintar dapat memecahkan masalah tersebut..jadilah pendengr Setia saja..

3. Kalau anda akan datang terlambat, beritahu dia:
Time Is Money ...Menunggu suatu Hal yang Membosankan..Jadi Cobalah Tepat Waktu Klu ada halangan Terlambat datang beri tahu dia..Jangan lebih 1 jam dia menunggu kamu.

4. Jangan memindahkan saluran televisi kalau dia sedang menonton bersama dia:
Jangan tunjukan Ego kamu klu kamu suka Saluran olah raga..dia Asyik Nonton Film Roman Kamu rubah Canel Olah Raga..

5. Pergi berlibur bersama, walau singkat tapi Romantis:
Luangkan Waktu Berlibur 1-3 hari..entah itu ke Pantai atau ke Gunung

6. Cuci mobilnya:
Bila mobilnya Kotor..sekali2 kamu bisa Cucikan untuknya..tapi jangan seterusnya kamu yg cuci..ajak cuci mobil sama2..Asyikan Basah2 Ria

7. Berangkat tidur pada saat yang sama:
Bila Waktunya tidur kamu jangan lupa telpon dia ..Dia Tidur kamu jg ikut Tidur (dirumah masing2)Jangan dia tidur kamu kelayapan cari cwek lain..

8. Di tempat umum, lebih perhatian lebih padanya daripada orang lain:
Tunjukan pandangan mata kamu khusus ke Dia bukan pandangan ke Cewek sexy yg lewat ..( Jangan Mata KeranJang )

9. Katakan betapa Anda merindukannya pada saat anda pergi :
Ungkapkan perasaan anda "Sayang Kamu lama perginya...Aku selalu Rindukan kamu selalu bila kamu pergi"Jangan lama2 ya perginya Sayang "

10. Perlakukan dia seperti Anda pertama kali bertemu dengannya:
Buat Dia seperti saat dia pertama kali bertemu dulu..Cium kening ,Cium Kecup tangannya bagaikan Ratu dan Kamu Rajanya..

11. Jangan pernah lupa hari ulang tahunnya:
Ingat Selalu Hari Ulang Tahunnya..Buat Catatan Penting di HP,Kalender rumah atau apa saja untuk supaya ingat Hari Ultah Dia.

12. Ketika menggandeng tangannya, jangan sampai pegangan Anda melemah:
Pegang Erat tangannya (Jangan lemas atau Loyo ) Yakinkan dan Buktikan bahwa kamu dapat melindungi dia dari sekitar dia.

13. Puji penampilan barunya:
Beri pujian saat dia Habis pulang dari Salon atau Pakai baju baru pemberian kamu

14. Ketika bertemu, peluklah dia sebelum melakukan hal yang lain:
Jangan lupa Peluk dia saat tiap kali bertemu

15. Rencanakan kencan jauh-jauh hari sebelumnya:
Buat susunan acara sebelum Kencan,Klu mau pergi berdua saja cukup berdua jangan waktu kencan kamu bawa keluarga kamu yg datang terlebih dulu..(batalkan semua Janji ),Hari ini Khusus buat Cwek kamu

16. Tawarkan bantuan kalau dia capek:
Sesekali tawarkan bantuan ke Dia..

17. Berlatih mendengarkan dan bertanya:
Jadilah Pendengar Setia dan cobalah sesekali bertanya banyak hal.

18. Ajak ke restoran baru :
Jangan Pelit jadi Orang ..ajak dia ke Restoran baru yg belum pernah kalian datang cari yang Murahhhhhh meriahhhh..

19. Bukakan pintu untuknya:
Sikap Romantis saat dia mau keluar dan masuk bukakan pintu buat dia

20. Bela dia kalau dia gusar pada seseorang:
Buat dia Tenang saat dia Gusar pd Orang lain..Peluk erat dia..Kamu sebagai pelindung dia yg lemah.

21. Kalau Anda perlu “menjauh” katakan bahwa Anda akan kembali:
Klu mau ke TOILET bilang klu saya nanti kembali..

22. Tanyakan bagaimana perasaannya:
Tanyakan pada dia "Hari ini Kamu Happy Sayang jalan sama aku....??

23. Kalau mendengarkan, tatap matanya:
Pandangan MataKamu selalu keDia saat mendengar Tatap Tajam Matanya Jangan Melotot.. entar dia Kabur..Fokus pada dia bahwa Kamu Serius mendengarkan dia berbicara.

24. Bawakan hadiah kecil seperti sekotak permen atau parfum:
Buat hari2 yang Romantis..Bawa bingkisan Hadiah ..entah itu Coklat atau Majalah Kesukaanya

25. Beri ciuman selamat tinggal kalau Anda hendak pergi:
Kalau kamu hendak Pulang..Berikan Ciuman Mesra padanya bukan Ciuman Perpisahan selamanya..tapi ciuman yg berarti kamu akan kembali lagi Untuknya

10 CARA MENYELAMATKAN DIRI DARI ZINA

 
tips menuju jalan keselamatan untuk menghindari zina yaitu : 

[1]  Tidak berdua-duaan (nyepi) antara laki-laki dengan perempuan yang bukan 
mahrom, baik di rumah, di mobil, di mana saja. Mengikuti Sabda Rasulullah, 
"Tidaklah seorang laki-laki yang berdua-duaan dengan seorang wanita, kecuali 
yang ketiganya adalah setan. 

[2]  Bagi para wanita muslimah, hindarilah Tabarruj (berhias diri) dan Sufur 
(tidak menutup aurat) ketika keluar rumah, karena itu-menyebabkan fitnah dan 
menarik perhatian. Rasulullah bersabda, "Ada dua golongan penghuni neraka dan 
disebutkan salah satu diantaranya- wanita yang berpakaian tapi telanjang dan 
berjalan miring berlenggak-lenggok. Dan pakaian yang paling dianjurkan adalah 
abaya yang sederhana (pakaian berwarna hitam yang menutupi seluruh tubuh), 
menutup kedua tangan dan kaki, serta tidak menggunakan wangi-wangian. Hendaklah 
mencontoh Ummahatul Mu'minun dan Shahabiyat, bila keluar rumah mereka itu 
bagaikan burung gagak yang memakai pakaian hitam, tidak sesuatupun dari tubuh 
mereka yang terlihat. 

[3]  Hindari membaca majalah-majalah yang merusak dan menonton film-film-yang 
terdapat adegan porno, karena itu akan membangkitkan nafsu seks dan Anda akan 
meremehkan perbuatan keji dengan menamakannya sebagai cinta dan persahabatan, 
dan menampakkan perbuatan zina dengan menamakan hubungan kasih sayang yang 
matang antara seorang laki-laki dan wanita. Janganlah merusak rumahmu, hatimu 
dan akalmrnu dengan hubungan-hubungan yang diharamkan. 

[4]  Allah berfirman, "Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan 
perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa 
pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan. Mereka itu akan 
memperoleh adzab yang menghinakan." (Lukman:6). 
Maka hindarilah (minimal kurangi) mendengarkan lagu-lagu dan musik, hiasilah 
pendemgaranmu dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran, rutinlah membaca dzikir 
dan istighfar, perbanyaklah dzikrul maut (mengingat mati) dan Muhasabatun Nafs 
(evaluasi diri). 

[5]  Takutlah kepada Yang Maha Tinggi, Maha Kuasa dan Maha Mengetahui apa-apa 
yang tersembunyi. Ini adalah rasa takut yang paling tinggi yang menjauhkan 
seseorang dari perbuatan maksiat. Anggaplah bahwa ketika anda tergelincir pada 
perbuatan zina, maka bagamana jika seandainya hal itu diketahui oleh bapakmu, 
ibumu, saudara-saudaramu, kerabatmu atau suamimu/istrirmu? Dalam pandangan dan 
buah bibir mereka ketika Anda meninggal, mereka akan menganggap Anda sebagai 
seorang pezina, na'udzu billahi min dzalik. 

[6]  Mencari teman yang shaleh atau sholehah yang selalu siap menolong dan 
membantu Anda, karena manusia itu lemah sementara setan siap menerkam di mana 
saja dan kapan saja. Hindarilah teman jelek, karena ia akan datang kepada Anda 
bagaikan seorang pencuri yang masuk secara sembunyi-sembunyi mencuri kesempatan 
hingga ia menggelincirkanmu pada sesuatu yang diharamkan. 

[7]  Perbanyak berdoa, karena Nabi umat ini termasuk orang yang senantiasa 
membaca doa dan banyak istighfar. 

[8]  Tidak membiarkan waktu senggang berlalu kecuali dengan membaca Alquran. 
Berusaha menghafal apa yang mudah dari Alquran. Kalau Anda memiliki semangat 
yang tinggi, bergabunglah dengan kelompok Tahfidzul Quran. Karena jika diri 
Anda tidak disibukkan dengan ketaatan dan ibadah, maka Anda akan disibukkan 
oleh kebathilan. 

[9]  Ingatlah bahwa Anda akan meninggalkan dunia ini dengan lembaran-lembaran 
yang Anda tulis sepanjang hari-hari kehidupan Anda. Bila lernbaran-lembaran itu 
penuh dengan ketaatan dan ibadah, maka bergernbiralah. Dan bila sebaliknya, 
segeralah bertaubat sebelum meninggal. Karena hari kiamat itu adalah hari 
penyesalan. Allah berfirman, "Dan berilah mereka peringatan tentang hari 
penyesalan." (Maiyam: 39). Yaitu hari dibukanya segala hal yang tersembunyi) 
dan lembaran-lembaran yang beterbangan. Hari dimana seorang ibu yang menyusui 
melupakan anaknya yang sedang ia susui. 

[10]  Hati-hati menggunakan telepon, jangan sampai menjerumuskan banyak 
manusia, laki-laki maupun wanita, dalam perbuatan zina. Maka janganlah Anda 
menjadi salah satu dari mereka yang menjadi korban. Dan ketahuilah bahwa Allah 
akan memberikan anda jalan keluar, dan keselamatan dari padanya.

ENAM PERTANYAAN AL-GHAZALI


Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam beliau bertanya beberapa hal.
1.

APA YANG PALING DEKAT DENGAN DIRI KITA DI DUNIA INI?. "
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)
2.

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. "APA YANG PALING JAUH DARI DIRI KITA DI DUNIA INI?".
Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah "MASA LALU."
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
3.

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "APA YANG PALING BESAR DI DUNIA INI?".
Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (QS. Al- a'araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
4.

Pertanyaan keempat adalah, "APA YANG PALING BERAT DI DUNIA INI?".
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
5.

Pertanyaan yang kelima adalah, "APA YANG PALING RINGAN DI DUNIA INI?".
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah 'meninggalkan SHALAT'. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.
6.

Lantas pertanyaan keenam adalah, "APAKAH YANG PALING TAJAM DI DUNIA INI?".
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah "lidah MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

KESALAHAN-KESALAHAN SUAMI TERHADAP ISTRI

  Kesalahan-Kesalahan Suami

1.   Salah Pilih Pasangan
a.    Kesalahan:
Kebanyakan suami atau istri (bisa juga keluarga, pen.) lebih mengutamakan harta dan kecantikan saja, tanpa melihat standar agama dan akhlak.
b.   Evaluasi
1.)  Jangan merasa bahwa anda bisa membimbing dan menyadarkan wanita cantik dan kaya dengan berharap bahwa Allah memberikan hidayah kepadanya. Karena hal ini adalah tipu daya setan, apakah anda bisa menjamin bahwa anda bebas dari pengaruh akhlaknya yang buruk? Apakah dengan keterbatasan anda, kemudian anda merasa mampu membimbingnya? Pikirkanlah, dan telitilah calon pasangan anda.
2.)  Ingatlah sabda Nabi saw.,:
a)    Seorang wanita itu dinikahi karena empat perkara: kekayaan, kecantikan, keturunan, dan agamanya, maka pilihlah wanita yang beragama (salehah) niscaya kamu akan beruntung.”[1]
b)   “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan badan kalian, akan tetapi Dia melihat kepada amal dan hati kalian.”[2]
3.)  Pilihlah calon istri atau suami yang baik akhlaknya, juga teliti akhlak kedua orang tuanya.
4.)  Pilihlah calon istri atau suami yang jujur, amanah, dan akhlaknya bagus dalam kesehariannya.
5.)  Bila sekarang anda merasa salah pilih, maka perbaikilah sedikit demi sedikit. Berawal dari diri sendiri, dan nasihat yang baik dan tidak menyinggung pasangan. Dan untuk selanjutnya telitilah calon menantu anda. (bila anak anda sudah berkehendak menikah). Nikahkan mereka hanya dengan orang-orang yang mempunyai akhlak yang baik. Orang baik tidak hanya dimiliki oleh orang-orang yang hidup di pondok atau sekolah agama. Tetapi yang demikian itu lebih banyak kemungkinan bahwa mereka termasuk orang-orang yang mengerti tentang akhlak.

2.   Menelantarkan Istri
a.    Kesalahan:
Suami tidak memberikan nafkah baik lahir dan batin dalam jangka waktu yang tidak bisa ditolelir. Baik dengan alasan kemampuan dalam memberikan nafkah atau alasan yang lain.
b.    Dampak/Akibat
1)    Istri dan anak-anak bisa masuk ke dalam lembah kemaksiatan
2)    Melanggar UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta UU Nomor 23 Tahun 2004  tentang PKDRT.
3)    Melanggar taklik talak (bila diucapkan oleh suami sewaktu menikah)
4)    Istri bisa menuntut perceraian dengan alasan penelantaran tersebut.
c.    Evaluasi
1)    Ingatlah sabda Nabi saw.,:
a)    Cukuplah itu sebuah dosa bagi seseorang yang mengabaikan tanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya.”[3]
b)   “Satu dinar yang kalian belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang kalian belanjakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kalian nafkahkan untuk fakir miskin, dan satu dinar yang kalian belanjakan untuk keluargamu, (di antara itu semua) yang lebih besar pahalanya adalah satu dinar yang kalian belanjakan untuk keluargamu.”[4]
2)    Setiap suami harus memahami bahwa istri adalah amanah yang dibebankan dipundak suami dan merupakan keharusan baginya untuk memberikan nafkah sejauh kemampuannya. Suami memberi makan dan minuman sebagaimana minumannya dan makanannya, memberikan pakaian sebagaimana pakaiannya dan jangan berlaku zalim kepadanya.
3.    Memukul dan Menghina Istri
a.    Kesalahan
Suami sering melakukan kekerasan dalam mendidik istri, atau karena sifat egoistisnya, tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkannnya. Suami merasa bahwa dirinya adalah kepala rumah tangga yang harus dituruti dan seluruh perintahnya harus dikerjakan dan dipatuhi dan segala pemikirannya adalah benar, sedangkan pemikiran istri selalu dikesampingkan.
b.    Dampak/Akibat
1)      Melanggar UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta UU Nomor 23 Tahun 2004  tentang PKDRT.
2)      Melanggar taklik talak (bila diucapkan oleh suami sewaktu menikah)
3)      Istri bisa menuntut perceraian dengan alasan penelantaran tersebut.
c.    Evaluasi
Ingat sabda Nabi saw.,:
1)    (Kewajiban suami) adalah: “Memberi makan kepada istrinya apabila dia makan, mengenakan pakaian kepadanya apabila dia memakai baju, tidak menghinanya, tidak memukulknya kecuali pukulan yang tidak membahayakan, dan tidak juga meninggalkannya kecuali di dalam rumah.”[5]
2)    (Alangkah tidak pantasnya, jika), seseorang di antara  kalian memukuli istrinya seperti memukuli budak, kemudian  pada malam hari berikutnya dia menggauli istrinya tersebut.”[6]
3)    “Rasulullah saw., tidak pernah sekalipun memukul istrinya, juga pembantunya, dan makhluk lainnya, kecuali ketika beliau berjuang di jalan Allah.”[7]
4)    “Seorang suami punya hak atas istri-istrinya untuk tidak sekali-kali mengizinkan orang lain yang kalian benci menginjakan kakiknya ke dalam rumah, jika istri-istri itu melakukannya maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan.”[8]
5)    “Seorang suami yang baik dari kalian itu tidak memukul (istrinya).”[9]

4.    Menzalimi istri dengan Mengilla’
a.    Kesalahan
Suami membenci istri, kemudian bersumpah tidak akan mencampuri atau menggaulinya kembali dan tidak pula menceraikannya.
b.    Dampak/Akibat
Hal ini merugikan pihak istri. Oleh karenanya agama telah membatasi waktu illa’ tersebut selama 4 bulan. Bila suami ingin kembali maka dia harus membayar kafarat sumpah. Bila setelah 4 bulan suami tidak kembali maka sebagian ulama fikih berpendapat bahwa jatuh talaknya dan masuk dalam kategori talak bain.[10]
Hal ini menjadi sebuah pelajaran bagi suami agar tidak semena-mena terhadap istri, juga tidak menzaliminya. Namun mayoritas ulama berpendapat bahwa talak tidak langsung terjadi setelah lewat 4 bulan tersebut, yaitu:
1.)    suami harus menentukan dan memilih antara kembali ke istrinya dengan mambayar kafarat sumpah atau menceraikannya.
2.)    Jika suami menolak, maka hakim yang menceraikannya.




[1] HR Bukhari Muslim.
[2] HR Bukhari.
[3] HR Muslim
[4] HR Muslim
[5] HRAbu Daud, an-Nasai, dan Ibnu Majah, dengan sanad yang baik.
[6] HR Bukhari Muslim.
[7] HR Ibnu Sa’ad.
[8] HR Muslim.
[9] Hadis ini tidak di takhrij oleh penulis buku Akhthaa’ Syaaiatun Yaqa’u fiha al-Azwaaj wa Thuruq ilaajiha.
[10] Salah satu istilah dalam talak, yakni talak dimana suami tidak bisa kembali lagi

PEMINANGAN


1. Peminangan dalam Islam

a. Pengertian



Peminangan dalam ilmu fiqih disebut “khitbah” artinya “permintaa”. Menurut istilah peminangan diartikan sebagai pernyataan atau permintaan dari seorang laki-laki kepada pihak seorang wanita untuk mengawininya baik dilakukan oleh laki-laki itu secara langsung ataupun dengan perantaraan pihak lain yang dipercayainya seusai dengan ketentuan-ketentuan agama.
b. Syarat peminangan

1) Mustahsinah

Mustahsinah adalah syarat yang berupa anjuran kepada seorang laki-laki yang akan meninang seorang wanita, agar ia meneliti terlebih dahulu wanita yang akan dipinangnya itu. Yang termasuk di dalam syarat ini adalah:

- Sekufu

- Wanita yang akan dipinang adalah wanita yang mempunyai sifat kasih saying

- Jauh hubungan kekerabatan dengan laki-laki peminang

- Hendaknya mengetahui keadaan jasmani, budi pekerti dan sebagainya dari wanita yang akan dipinang.

2) Lazimah

Lazimah adalah syarat yang wajib dipenuhi sebelum peminangan dilakukan. Syahnya peminangan tergantung pada syarat-syarat lazimah. Yang termasuk dalam syarat lazimah adalah:

- Wanita tersebut tidak dalam pinangan lelaki lain.

- Wanita tersebut tidak dalam masa iddah

- Wanita tersebut bukan mahram

c. Melihat Wanita yang Dipinang

Melihat wanita yang dipinang dianjurkan oleh agama. Tujuannya adalah agar mengetahui keadaan wanita yang dipinang agar tidak ada alas an untuk mencerai istri dengan alasan tersebut (misalnya cacat dls).

Jumhur ulama hanya membolehkan melihat muka dan telapak tangan. Daud Zhahiri membolehkan seluruh badan, sedang hadits sendiri tidak menerangkan dengan tegas apa yang harus dilihat.[1] Waktu melihat harus ditemani dengan oleh mahramnya.

d. Pertunangan

Setelah terjadi peminangan dan pinangan tersebut diterima, maka secara tidak langsung kedua belah pihak dengan persetujuan disertai kerelaan hati telah mengadakan perjanjian untuk melaksanakan akad nikah. Dengan adanya perjanjian tersebut maka secara tidak langsung maupun langsung calon mempelai telah terikat pertunangan. Masa antara penerimaan pinangan dengan pelaksanaan akad nikah disebut sebagai masa pertungan.

Dalam masa ini, masih belum berlaku hukum suami istri, baik melakukan hubungan seks atau hak dan kewajiban suami istri.

Ketika calon suami memberikan sesuatu kepada calon istri, adalah sama dengan pemberian biasa, tidak ada ikatan, dan tidak wajib dikembalikan seandainya pertunangan diputuskan. Pertunangan adalah semacam perjanjian biasa, Karen itu membatalkan pertunangan sama hukumnya dengan membatalkan perjanjian biasa.



Mengenai hukum mengembalikan pemberian atau hibah dijelaskan oleh hadis NAbi saw., yang berbunyi:

عن ابن عباس رضى الله عنه, ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لا يحل لرجل ان يعطي عطيىة او يهب هبة فيرجع فيها الا الوالد فيما يعطى ولده (رواه اصحاب السنن)
Dari Ibnu Abbas ra., bahwasanya Rasulullah saw., bersabda: “Tidak boleh bagi seorang laku-laki memberikan sesuatu pemberian atau menghibahkan suatu hibbah, lalu dikembalikannya, kecuali pemberian orang tua yang telah diberikan kepada anaknya. (HR Ashabu Sunan).

Menurut yurisprudensi Mahkamah Thanta di Mesir tanggal 13 Juli 1933, apa saja yang diberikan oleh pihak yang sedang bertunangan sebelum akad nikah dipandang sebagai hadiah. Hadiah samae dengan hibah, tidak usah dikembalikan.

Adapun mazhab Maliki membedakan orang-orang yang membatalkan pertunangan. Apabila yang membatalkan pertunangan itu pihak laki-laki, maka pihak perempuan tidak wajib mengembalikan apa-apa yang telah diberikan oleh pihak laki-laki. Dan kalau yang membatalkan pihak perempuan maka pihak laki-laki menerima kembali apa yang telah pernah dia berikan.[2]

Jika seorang suami memberikan seluruh atau sebagian mas kawin pada masa pertunangan, kemudian dia membatalkan pertunangannya, maka dia dapat mengambil kembali seluruh atau sebagian yang telah diberikannya itu, sebab mas kawin baru ada dan dibayar setelah akad nikah, hal ini disepakati para ulama.[3]

Dalam hal pemutusan pertunangan ini yang adil adalah bila ditinjau dari segi “SIAPA PIHAK YANG DIRUGIKAN”. Jika pihak yang memutuskan pertunangan adalah pihak yang pernah memberikan, berarti dengan pemutusan pertunangan atas kehendaknya itu, maka ia merelakan semua yang pernah dia berikan kepada pihak lain. Sebaliknya jika yang memutuskan pertunangan adalah pihak yang pernah menerima, tentu saja pemutusan pertunangan ini merugikan pihak yang pernah member, oleh karena itu pihak yang pernah member berhak menuntut kepada pihak penerima akan pengembalian pemberian yang pernah dia berikan. Dasarnya ialah, pihak yang telah memberikan sesuatu kepada pihak yang menerima karena adanya ikatan pertunangan yang menuju gerbang perkawinan. Ia tidak akan memberikan sesuatu kepada pihak yang lain, seandainya tidak ada harapan terjadinya perkawinan itu

[1] Sayyid Sabiq, Fikih Sunah. Jilid VI, hal. 60-61.

[2] Ibid., Jilid VI, hal. 72.

[3] Ali Hasbullah, Uyunil Masail al-Syar’iyah. Hal. 15