Jumat, 19 Februari 2010

Muhammad Syafie Gili


TEMAN SAYA
Yang sangat Akrap banget dengan saya

Banyak banget teman saya yang dekat saya, namun di antara mereka ada yang paling dekat dengan saya, di antarnya akan saya tulis di bawah ini tentang mereka, bagaimana sifatnya dan kebiasaannya. Jadi mereka yang aku tulis di bawah ini adalah teman aku yang paling istemawa sekali yang sangat aku kesankan dalam hati dan selalu aku senangi dan aku ingat selalu dalam kenangan hidup ini. Baiklah aku akan menceritakan mereka satu persatu. Aku akan menceritakan teman aku yang paling baik dan yang paling aku senangi dalam hidup ini. Dia adalah yang pertama : Muhammad Syafie,
Muhammad Syafie adalah anak kelahiran Probolinggo, yang diam di pulau kecil di Gili bersama dengan ke dua orang tua dan dua orang saudaranya di sana, yang mana di pulau Gili itu sangatlah unik dan sangat aku herankan sekali. Di sana itu semua penduduk beragama islam dan sangat taat dalam menjalankan agama, walau mereka hidup dalam pulau yang hanya panjangnya kurang lebih 2 Km dan lebarnya 1 saja, malah kebanyakan penduduk sana itu banyak yang sudah menjadi haji walau mereka cuma rata-rata kerjaan mereka nelayan, tapi di sanalah Allah berikan keberkahan pada penduduk sana kerna mereka taat mengamalkan ibadah kepada Allah.
Muhammad Syafie itu adalah keturunan orang terhormat, bapaknya Muhammad Syafie adalah orang yang terpandang di pulau gili dan juga sebagai penanggung jawab di masjid yang besar di Gili itu. Banyak orang yang minta nasehat dan masukan apabila ada masalah pada bapaknya itu bila ada masalah atau perkara yang tidak dapat di selasaikan. Bapaknya juga orang yang sangat rajin dalam bekerja, beliau mempunyai kapal yang besar untuk mencari ikan di laut, beliau mengajak orang-orang di sana untuk bekerja bersama-sama, untuk mendapatkan hasil yang lumayan. Walau beliau yang punya modal beliau tetap turun dan ikut serta dalam membantu anak buah beliau mencari ikan di laut, bukan cuma melihat saja, seperti kebanyakan mandur yang ada di indonesia ini. Jadi itulah yang di ajarkan oleh bapaknya kepada anaknya, bagaimana kita jangan cuma memberikan modal saja, jangan cuma diam di rumah saja, tapi bagai mana kita juga ikut bekerja keras, biar kita bisa merasakan bagai mana rasanya kerja keras, sehingga kita akan mendapatkan sipat yang baik dalam diri kita ini, yaitu kita akan tidak akan bermalas-malasan dalam hidup ini.
Begitulah Muhammad Syafie, dia juga rajin dalam segala macam, wajar kalau dia seperti itu, kan orang tuanya sudah ngajarin dia gitu sejak kecil. Dalam masalah ke agamaan orang tuanya di sana merupakan yang di tuakan juga setelah kiai yang ada di sana. Adiknya, kakaknya dan semua anggota keluarganya itu sangat baik banget, aku sangat terkesan dengan sipat mereka yang begitu ramah dan baik waktu aku pernah main kesana, sebelum Muhammad Syafie kursus komputer di Pare, Kediri. Waktu aku main ke sana, aku sangat takjub, dan sangat heran, belum pernah aku liat pulau begitu kecil itu, namun sangat indah sekali, apalagi penduduk sana kebanyakan anak mudanya semua adalah anak pondokan semua, jadi waktu aku kesana cocok deh dengan mereka, kan aku juga anak pondokan.
Perkenalan aku dengan Muhammad Syafie di awali waktu aku pindah dari Malang ke Probolinggo, Kraksaan. Aku kenal dia waktu aku masuk pondok itu untuk kuliah di sana. Waktu itu dia mendekati aku dan kami senang berkenalan. Apalagi dia itu di pondok menjabat sebagai pengurus pondok. Jadi kami sering sama-sama terus. Dia juga sudah hapal Al-Qur’an sampai banyak, dan orangnya juga termasuk santri teladan di pondok sana itu. Terus dia itu senang banget bantu teman-temannya termasuk aku juga yang sering dia bantu. Pokoknya orangnya itu baik banget deh. Apalagi dia itu sangat enak kalau di ajak curahat, bisa memahami keadaan teman lagi sedih atau susah. Orangnya percaya selalu percaya diri. Selalu membuat aku semangat dalam menjalani hidup ini dan aku sangat senang sekali mempunyai teman yang sangat baik seperti dia itu. Pertemanan aku sangatlah aku ingat untuk selamanya. Dan aku sekarang sudah pisah dengan dia, namun kami sering hubungan walau kami jauh di batas oleh jarak.
Syafie kita pasti ketemu lagi ……Ok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar